*NAFSU* *(Part 3)*
*Majlis Ta'lim*
*Al-Firdaus*
▪️•••••••◈◉❖ *﷽* ❖◉◈•••••••▪️
*NAFSU*
*(Part 3)*
▪️•••••••◈◉❖ *﷽* ❖◉◈•••••••▪️
•﷽
Taushiyah Harian
Sabtu 15 September 2018
◎❅❀❦📚📖📚📖❦❀❅◎
💦💐Kejadian yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, ada yang dapat menyenangkan kita, tapi ada juga yang menyedihkan kita. Ketika kita menemukan kejadian yang menyenangkan, kita bisa tertawa dan sebaliknya jika kita mendapatkan kejadian yang menyedihkan, kita bisa sedih atau marah. Kemarahan yang terjadi pada diri seseorang, dapat berdampak positif dan dapat berdampak negative. Kemarahan akan berdampak positif, jika kemarahan itu dilakukan sesuai dengan syariat. Misalnya, marah ketika melihat orang lain berbuat maksiat. Kemaksiatan yang dilakukan oleh seseorang akan dapat mendatangkan kemurkaan Allah yang dapat menimbulkan bencana, sehingga perlu dilarang dan dimarahi. Pada saat itulah marah merupakan perkara yang baik dan perlu dilakukan.
Sebaliknya, jika kemarahan itu dilakukan hanya karena merasa dihina atau karena merasa dirugikan, kemudian marah dan membalas dendam kepada yang menghina atau merugikan, maka hal itu akan mendatangkan dampak negative.
📚🖌Karena, jika kita perhatikan apa yang akan terjadi besuk pada hari hisab, setiap orang yang merugikan orang lain di dunia, pahalanya akan diambil dan diberikan kepada orang yang dirugikan, jika mereka tidak mempunyai pahala, maka dosa orang yang dirugikan akan diambil dan diberikan kepada orang yang merugikan, jadi kalau dihina atau dirugikan tidak perlu marah.
Nafsu marah yang tidak terkendalikan, akan dapat menimbulkan musibah yang semakin besar. Misalnya, jika seorang suami marah kepada istri karena suatu perkara, jika tidak segara di padamkan api kemarahannya, dapat menimbulkan kemarahan yang lebih besar, bahkan bisa menimbulkan perceraian. Maka ketika ada seorang sahabat yang meminta nasehat kepada Nabi, Nabi menasahati untuk tidak marah, dalam sebuah hadits dijelaskan:
وعن أبي هريرةَ - رضي الله عنه - : أنَّ رَجُلاً قَالَ للنبي - صلى الله عليه وسلم - : أوصِني . قَالَ : (( لا تَغْضَبْ )) فَرَدَّدَ مِراراً ، قَالَ : (( لاَ تَغْضَبْ )) رواه البخاري
_Dari Abu huroiroh rodliallahu anhu, sesungguhnya ada seorang laki-laki berkata kepada Rosulullah sholallahu alaihi wassalam: wasiatilah aku! Bersabda(Nabi): jangan marah, maka dia mengulangi beberapa kali, bersabda (Nabi): jangan marah.(HR BUkhori)_
🌻🍃Tidak setiap orang mampu menahan diri dari kemarahan, hanya orang-orang yang kuat (imannya) yang mampu menahan diri dari kemarahan. Dalam sebuah hadits dijelaskan:
وعن أبي هريرةَ - رضي الله عنه - أنّ رسولَ الله - صلى الله عليه وسلم - ، قَالَ : (( لَيْسَ الشَّدِيدُ بالصُّرَعَةِ ، إنَّمَا الشَدِيدُ الَّذِي يَملكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الغَضَبِ ))((٢)) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ .
_Dari Abu huroiroh rodliallahu anhu, sesungguhnya Rosulullah sholallahu alaihi wassalam: bukanlah orang kuat itu seorang pegulat, sesungguhnya orang yang kuat itu adalah orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah. (Muttafaq alaih)_
📚🖌 *Mari kita kendalikan nafsu marah kita dengan kesabaran dan ketabahan, semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba yang mampu mengendalikan nafsu amarah. Aamiiin*
🌻 *Bersambung* 🌻
◎❅❀❦📚🖌📚🖌❦❀❅◎
🌸Saatnya Seorang hamba bersimpuh sujud dihadapan Rabbnya.
🌸Selamat Tahajjud untuk wilayah Indonesia barat.
Baarokallahu fiikum Ajmain
◎❅❀❦📚🍃📚🍃❦❀❅◎
*Al-Firdaus*
▪️•••••••◈◉❖ *﷽* ❖◉◈•••••••▪️
*NAFSU*
*(Part 3)*
▪️•••••••◈◉❖ *﷽* ❖◉◈•••••••▪️
•﷽
Taushiyah Harian
Sabtu 15 September 2018
◎❅❀❦📚📖📚📖❦❀❅◎
💦💐Kejadian yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, ada yang dapat menyenangkan kita, tapi ada juga yang menyedihkan kita. Ketika kita menemukan kejadian yang menyenangkan, kita bisa tertawa dan sebaliknya jika kita mendapatkan kejadian yang menyedihkan, kita bisa sedih atau marah. Kemarahan yang terjadi pada diri seseorang, dapat berdampak positif dan dapat berdampak negative. Kemarahan akan berdampak positif, jika kemarahan itu dilakukan sesuai dengan syariat. Misalnya, marah ketika melihat orang lain berbuat maksiat. Kemaksiatan yang dilakukan oleh seseorang akan dapat mendatangkan kemurkaan Allah yang dapat menimbulkan bencana, sehingga perlu dilarang dan dimarahi. Pada saat itulah marah merupakan perkara yang baik dan perlu dilakukan.
Sebaliknya, jika kemarahan itu dilakukan hanya karena merasa dihina atau karena merasa dirugikan, kemudian marah dan membalas dendam kepada yang menghina atau merugikan, maka hal itu akan mendatangkan dampak negative.
📚🖌Karena, jika kita perhatikan apa yang akan terjadi besuk pada hari hisab, setiap orang yang merugikan orang lain di dunia, pahalanya akan diambil dan diberikan kepada orang yang dirugikan, jika mereka tidak mempunyai pahala, maka dosa orang yang dirugikan akan diambil dan diberikan kepada orang yang merugikan, jadi kalau dihina atau dirugikan tidak perlu marah.
Nafsu marah yang tidak terkendalikan, akan dapat menimbulkan musibah yang semakin besar. Misalnya, jika seorang suami marah kepada istri karena suatu perkara, jika tidak segara di padamkan api kemarahannya, dapat menimbulkan kemarahan yang lebih besar, bahkan bisa menimbulkan perceraian. Maka ketika ada seorang sahabat yang meminta nasehat kepada Nabi, Nabi menasahati untuk tidak marah, dalam sebuah hadits dijelaskan:
وعن أبي هريرةَ - رضي الله عنه - : أنَّ رَجُلاً قَالَ للنبي - صلى الله عليه وسلم - : أوصِني . قَالَ : (( لا تَغْضَبْ )) فَرَدَّدَ مِراراً ، قَالَ : (( لاَ تَغْضَبْ )) رواه البخاري
_Dari Abu huroiroh rodliallahu anhu, sesungguhnya ada seorang laki-laki berkata kepada Rosulullah sholallahu alaihi wassalam: wasiatilah aku! Bersabda(Nabi): jangan marah, maka dia mengulangi beberapa kali, bersabda (Nabi): jangan marah.(HR BUkhori)_
🌻🍃Tidak setiap orang mampu menahan diri dari kemarahan, hanya orang-orang yang kuat (imannya) yang mampu menahan diri dari kemarahan. Dalam sebuah hadits dijelaskan:
وعن أبي هريرةَ - رضي الله عنه - أنّ رسولَ الله - صلى الله عليه وسلم - ، قَالَ : (( لَيْسَ الشَّدِيدُ بالصُّرَعَةِ ، إنَّمَا الشَدِيدُ الَّذِي يَملكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الغَضَبِ ))((٢)) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ .
_Dari Abu huroiroh rodliallahu anhu, sesungguhnya Rosulullah sholallahu alaihi wassalam: bukanlah orang kuat itu seorang pegulat, sesungguhnya orang yang kuat itu adalah orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah. (Muttafaq alaih)_
📚🖌 *Mari kita kendalikan nafsu marah kita dengan kesabaran dan ketabahan, semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba yang mampu mengendalikan nafsu amarah. Aamiiin*
🌻 *Bersambung* 🌻
◎❅❀❦📚🖌📚🖌❦❀❅◎
🌸Saatnya Seorang hamba bersimpuh sujud dihadapan Rabbnya.
🌸Selamat Tahajjud untuk wilayah Indonesia barat.
Baarokallahu fiikum Ajmain
◎❅❀❦📚🍃📚🍃❦❀❅◎
Comments
Post a Comment